Cerita Mengajar di Bimbingan Belajar

urlSebenarnya saya merasa belum pantas menulis pengalaman mengajar secara utuh. Terkesan sudah banyak makan asam garam menjadi pengajar saja. Padahal pengalaman mengajar saya hanya sebatas di bimbingan belajar dan hanya selama dua tahun lebih beberapa bulan. Apa yang  ditulis dalam postingan-postingan sebelumnya pun hanya sebatas berbagi cerita. Meminjam istilah dosen kami, saya coba melalukan “Management Knowladge”. Syukur alhamdulillah jika bisa bermanfaat dan mendapat respon postif dari Sahabat yang membaca.

Karir dua tahun di sebuah lembaga pendidikan bukanlah waktu yang panjang dan menelurkan banyak pengalaman. Tapi saya rasa sekaranglah momen yang tepat untuk menceritakan dunia yang sangat meninggalkan kesan. Ketika saya menulis postingan ini saya tidak lagi menjadi pengajar di bimbingan belajar. Pengunduran diri saya dari profesi ini melalui banyak hal yang melatarbelakangi. Tapi insyaallah karakter “Mas Guru” dalam blog tidak akan mati, meskipun di kantor baru sekarang saya dipanggil “Mas Admin”. Suatu saat nanti “Mas Guru” akan kembali, insyaallah. Mohon doa terbaik dari Sahabat semua.

Oh iya, beberapa waktu yang ada sebuah pesan yang masuk di email saya. Mari kita mulai ceritanya dari sini. Lanjut membaca

Mas Guru: “Korban Informasi”

kartunku16

Di jaman informasi, kabar sekecil apapun dapat tersebar dengan cepatnya. Bahkan setiap individu mampu menyebarluaskan kabar berita ke komunitas atau bahkan ke banyak orang di belahan dunia. Oleh karena itu, alangkah baiknya kalau kita bijak dalam menyebarkan informasi kepada orang lain. Bahkan untuk hal yang menurut remeh temeh sekalipun. Karena hal yang sepele bagi kita, bisa jadi sangat penting bagi orang lain. Lanjut membaca

Relativitas, Einstein dan 5 cm

einsteinBagi Sahabat yang pernah atau mungkin sedang menjalani pelajaran Fisika kelas XII, pasti kenal dengan materi ini. RELATIVITAS. Yaps! Pusing, membingungkan, aneh dan imajinatif, itu kurang lebih kesan yang saya dapatkan dari siswa-siswa yang saya temui.

Benar saja, dalam relativitas kita akan menjungkirbalikan konsep fisika yang sudah kita pelajari. Kita mengenal bahwa besaran massa adalah tetap, waktu juga merupakan besaran yang tidak bisa diutak-atik. Tapi tidak menurut teori relativitas. Semuanya didobrak dengan kerelatifannya. Besaran fisika seperti: massa, waktu, panjang, energi dan momentum dianggap relatif. Tergantung bagaimana cara pandang pengamat yang melihatnya.

Bingung kan? Tapi tenang, Sob. Bukankah memahami suatu yang rumit adalah sebuah tantangan? Bukankah menyelesaikan sebuah tantangan adalah hal yang menyenangkan. Nah, dalam tulisan kali ini mari kita berkenalan dengan teori relativitas. Yang masih belum suka dengan Fisika jangan kabur dulu. Kita kenalannya dengan cara yang beda kok. Lanjutkan bacanya ya!  Lanjut membaca

Agenda Mempercepat Kesuksesan Pelajar

1358997230778Sukses bukan hanya milik mereka yang tua. Sukses adalah milik semua. Sukses juga jadi milik mereka yang muda. Saya dan Sahabat muda berhak menyandangnya. Itulah kurang lebih tujuan diadakannya sebuah acara yang digelar di GOR Amongrogo Yogyakrata pada hari Kamis (24/01) lalu. WiraMuda Bank Mandiri mengandeng Primagama dan Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta memberi nama agenda ini “Accelerate Your Success”.

Awal saya bisa mengikuti acara ini adalah dari SMS rekan pengajar di Primagama. Dia memiliki kelebihan tiket masuk agenda ini dan akhirnya mengajak saya. Hari itu memang libur, maka saya iyakan ajakan itu.  Terimakasih sekali pada rekan saya tersebut. Saya bagikan di blog apa yang saya tangkap selama acara. Semoga dengan terdokumentasi seperti ini, setiap inspirasi saya tangkap bisa Sahabat juga nikmati.  Lanjut membaca

[Nasyid] Number One For Me

Kangen rumah, tapi pulang pun belum bisa. Yasudah, galaulah saya di kos-kosan Jogja. Tapi rindu keluarga, ingin mengobrol dengan Ibu di rumah adalah “galau” yang istimewa. Bukan cengeng dan sok drama semata. Ahh… Susahnya mengembalikan makna kata ini setelah istilah galau semena-mena diidentikan remaja yang putus cinta.

Nah, nah. Jika homesick melanda, satu cara sering saya lakukan adalah mendengarkan nasyid dari Maher Zain ini. Yaps! Lagu yang berjudul “Number One For Me” merupakan obatnya. Bercerita seorang anak yang memuji Sang Ibu dengan mengingat-ingat kenangan indah dengannya. Hemm…

Seperti biasa, selain saya akan bagikan lirik asli lagu ini dalam bahasa Inggris ada juga terjemahan maknanya dalam bahasa Indonesia. Saya ingatkan kembali, postingan ini adalah proses latihan bahasa Inggris saya, so CMIIW (Correct Me If I’m Wrong)

Lanjut membaca

Mas Guru: “Kurikulum Tidak Bisa Mengajar”

kartunku15

Akhir-akhir ini tema diskusi kami yang sedang trending baik di kampus, sekolah, bimbingan belajar bahkan kos-kosan adalah perubahan kurikulum. Agaknya kebijakan pemerintah yang satu ini akan selalu menuai perdebatan panjang. Pihak yang setujui akan perubahan kurikulum menilai sudah saatnya kita mengubah arah kebijakan menyongsong jaman modern. Kurikulum 2013 dianggap akan mampu memenuhi kebutuhan bangsa di masa depan. Di lain sisi, pihak yang kontra perubahan kurikulum menilai sikap ini terkesan asal-asalan. Negara seperti tidak punya arahan yang jelas dalam bidang pendidikan. Selama hampir 10 tahun, selama tiga kali pula kurikulum diganti.

Menurut saya, “Kurikulum ganti atau tidak, selama cara mengajar seorang guru begitu-begitu saja. Hasilnya tidak akan jauh berbeda”. Lanjut membaca