Mimpi Menulis Buku Sendiri

Saat makan siang di warung dekat kampus, saya tidak sengaja pernah bertemu adik angkatan yang punya prestasi segudang. Adik angkatan ini meski berbeda jurusan tapi saya cukup mengenalnmya. Sampai tersiar kabar kalau dia baru memenangkan Olimpiade Sains Nasional Perguruan Tinggi (OSN PTI) tingkat nasional. Setelah mengucapkan selamat dan bertanya pengalamannya bertanding di Jakarta, obrolan kami sampai pada topik dosen yang membimbingnya. Ada kalimat darinya yang masih saya ingat, kurang lebih seperti ini:

 Dosen senior pernah bilang buat apa kuliah di luar negeri kalau kembali ke Indonesia hanya bawa diktat dan buku-buku kuliahnya. Hanya membawa. Dan buku itu masih berbahasa Inggris pula. Lalu buat apa coba? Seharusnya kan dia dikuliahkan di luar agar ketika kembali ke Indonesia bisa menjelaskan ilmu yang didapatnya ke dalam bahasa dan budaya kita. Kalau cuma bawa buku dari sana. Buat apa coba? Mendingan kita langsung aja itu beli buku. Buat apa mahal-mahal kirim orang buat belajar di sana.

Adik angkatan ini memang terkenal dengan serbuan kalimat jika sedang berbicara. Susah untuk menurutkan kecepatan apalagi berhenti. Sedangkan saya hanya bisa terdiam dan cukup tertohok. Bukan, saya jelas bukan “dia” yang sedang adik angkatan ini perbincangkan. Hanya merasa mungkin saya bisa bernasip seperti “dia”. Bukan tentang kuliah ke luar negerinya. Tapi pulang tanpa membahasakan ilmu yang saya dapatkan selama kuliah. Iya, saat ini saya belum menelurkan sebuah buku.

Mimpi menulis buku sebelum lulus kuliah adalah sebuah mimpi yang pernah berani saya tuliskan ketika berada di forum diskusi pekanan. Saat itu jelas-jelas mimpi yang terlampau tinggi sekali. Untuk mahasiswa tingkat dua, tulisan saya hanya tembus di buletin sebuah UKM. Memiliki buku yang ada buah pikiran saya di dalamnya adalah tujuan yang belum jelas jalan mencapainya.  Menginjak semester akhir, impian menulis buku seakan-akan sudah terkubur oleh rasa tidak percaya diri yang makin menggunung. Meskipun untuk tulisan capaian pembacanya sudah sedikit meningkat. Tulisan saya akhirnya masuk koran lokal Yogyakarta di rubrik surat pembaca. Masih cukup miris.

Banyak tulisan yang sudah saya coba publikasikan. Ke Koran lokal dan pernah nekat juga ke koran nasional. Tapi hasilnya, kandas di tengah jalan. Sebagian mendapat balasan penolakan, sebagian lain tidak tahu akhirnya bagaimana. Tapi semua draf tulisan masih rapi tersimpan di hard disk komputer. Hingga tersadar saya untuk mempublikasikan tulisan-tulisan gagal itu ke blog pribadi. Biarlah koran tidak mau memuatnya, blog saya saja yang siap mempublikasikannya. Toh, redaktur, editor sampai pimpinan utama dari blog adalah saya sendiri. Alhasil, jadilah blog yang Sahabat lihat ini.

Kebiasaan menulis di blog yang sekedar pelampiasan, ternyata bersembunyi kebermanfaatan. Traffic pengunjung blog akhirnya mulai meningkat. Artinya blog yang semula sepi, kini sudah banyak yang mengunjungi. Sampai tiba saatnya ada editor penerbit yang nyasar di blog ini dan menawarkan proyeknya. Alhamdulillah… Allah-lah sebaik-baiknya pembuat skenario terindah di dunia.

Saya diminta menjadi penerjemah sebuah buku fisika untuk anak-anak. Meski bukan sebagai penulis utama tapi saya cukup bangga. Oh iya, menurut Penerbit Tiga Serangkai. Buku tersebut sudah diterbitkan dan diberi judul Fisika Fantastis.

Untuk informasi harga dan pemesanan secara online dapat menghubungi Facebook Penerbit Tiga Serangkai atau website tigaserangkai.co.id

Dari sinilah mimpi itu berani saya kembali gali. Menuangkan apa yang pernah saya dapatkan selama belajar ke dalam sebuah karya. Buku fisika, buku remaja atau sekedar catatan pengalaman tidaklah mengapa. Yang penting membahasakan ilmu yang saya punya. Hmmm… Punya buku karangan sendiri. Insyaallah suatu saat nanti.

sumber gambar: yusufmaulana.com dan facebook.com/penerbit.tigaserangkai

About these ads

4 gagasan untuk “Mimpi Menulis Buku Sendiri

  1. hawariyyun

    super sekaliiii… ayo balapan bikin buku [mimpi]
    ingaat…”Berani bermimpi, berani beraksi, berani menerima konsekuensi” ok? :D

    Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s