“Sang Future” in the Future

ilustrasi:zifoe.blogspot.com

Inilah satu fase perjalanan hidup yang sekarang kita jalani, yaitu sebagai mahasiswa. Selain ditugasi untuk belajar, tak jarang pikiran dan aktivitas kita ada dimana-mana. Bahasa yang lebih dikenalnya adalah sudah jadi aktivis. Bisa aktivis organisasi mahasiswa, aktivis masjid, aktivis laboraturium sampai aktivis kantin. Tapi yang terakhir kadar aktivitasnya seperlunya saja, kecuali sahabat juga seorang entrepreneur pemilik sebuah kantin. Sudah jadi realita bahwa mahasiswa punya energi lebih jika hanya untuk sekedar duduk-duduk mendengarkan dan mencatat kuliah. Apalagi kalau ditambah acara tidur saat di ruang kuliah, energinya pasti makin berlebih. Maka jadi pilihan terbaik jika energi tersebut disalurkan diluar kuliah. Mengurusi organisasi, menjadi panitia kegiatan, mengadakan pementasan, aktif ikut rihlah sampai mukhoyam serta tidak boleh ketinggalan rutin di tatsqif dan “forum melingkarnya”.

Itulah mahasiswa yang akrab dengan kata sibuk. Kalau sibuk sudah jadi kenyataan, maksudnya bukan hanya alasan. Sibuk bisa-bisa sampai melupakan nikmatnya makan, tenangnya tidur dan kapan mau garap tugas kuliah. Jika keadaan ini diteruskan, maka berhati-hatilah, bahaya stress sudah mulai mengintai. Kita sering mengatakannya futur atau stress. Kebiasaan beraktivitas yang membuatnya sibuk terasa mulai membebani. Segala hal yang dikerjakannya seakan tak berujung. Panjang dan berat. Kegiatan yang jadi pilihan tidur dalam keremangan kamar dan handphone pun diabaikan. Acuh kalau inbox sudah tak bisa menampung SMS baru dan miscall mencapai angka 10.
Futur atau stress memang wajar. Alamiah saja, jika ada beban yang menimpa, akibatnya pasti ada yang merasa tertekan. Kalau ini juga menimpa kita, penanggannyalah yang harus berbeda. Egha Zainur Ramadhani melalui bukunya secara tak langsung menasihati sang penulis.

  • Seberat apa pun beban atau tugas, berusahalah tersenyum. Senyum adalah obat penenang jiwa.

Coba saja walau sedang dirundung masalah, berikan senyum dan tebarkan spirit semangat kepada temanmu. Selain memotivasi diri sendiri, teman yang kau senyumi bias membalasnya dengan lebih bersemangat. Bisa juga temanmu malah memujimu, “wah lagi semangat dan ceria ya. Kamu memang dahsyat !” Nah lho, dapat motivasi lagi kan.

  • Lakukan olahraga dan perbanyak puasa sunnah. Keduanya mampu menghasilkan endrofin dan enkefalin.

Kedua zat ini berfungsi sebagai obat penenang (morfin) yang berasal dari dalam tubuh. Dijamin lebih mujarab dengan dosis pas dibandingkan obat penenang dari luar. Selain bisa kecanduan, obat penenang dari luar mudharatnya lebih banyak. Bukan menyelesaikan masalah, malah tambah masalah baru.

  • Jauhi sumber stress, cari tempat tenang dan perbanyak zikir.

Kalau sedang stress jangan coba-coba memaksakan diri menghadapi masalah, apalagi mengambil keputusan yang besar. Ambillah langkah menuju lingkungan yang membuat dirimu rileks. Salah seorang ikhwah, biasanya memilih berkumpul dengan ikhwah lainnya. Bisa dengan ngobrol, makan bareng, ma’bit sampai rihlah. Satu lagi, perbaiki amalan yaumiyah. Lebih mantap jika bisa qiyamul lail sampai menangis. Dijamin, curhat denganNya untuk meminta pertolongan membuat hati tenang kembali.

  • Jika sudah tenang, segera tentukan langkah untuk menghadapi sumber stress.

Jangan lama-lama masalah kita anggurkan. Atur strategi untuk menyelesaikannya. Lakukan apa yang sedang kau pikirkan. Hanya memikirkan sumber permasalahan bisa membuatmu jatuh untuk kedua kalinya.

Cataan tips sederhana untuk persiapan menghadapi gejala-gejala futur atau stress. Sekarang sang penulis yang membagi nasihatnya. Belum tentu telah paripurna diaplikasikan. Jadi, suatu saat giliran sahabat sekalianlah untuk menasihati. Sepakat? Semangat! Allahu akbar!!!

Iklan

4 thoughts on ““Sang Future” in the Future

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s