Siapa Itu Kau? Jangan-jangan Aku

Hey !!

Bisa kita bicara sebentar?

Iya aku tahu kau sibuk.

Maka sebntar saja. Sedikit saja.

Hey !!

Apa kau mau aku terus begini, hehh !?

Kau memang sering melihat senyumku.

Tapi lihatlah disini… Disini.. Kosong.

Kepalaku kini makin berat..berat.. dan semakin saja..berat.

Kau tidak tahu kan? Hehh !?

Disini…Disini.. ada sembilu.

Maukah kau berikan penawarnya.

Meski sedikit saja. Tidak lebih.

Aku kecewa dengan kau.

Ya, dengan kau.

Tapi tak ingin aku seperti kau di hati mereka.

Ya, mereka. Yang duduk manis setia menunggu anaknya.

Yang saat tengah malam kutemui sedang berdoa.

Sudutnya panjang…. Doanya lantang.

Dan kau tahu, namaku disebutnya. “Ayip, anaku”, katanya.

Kau pernah begitu? Pernah, hehh !?

Belum lagi dia pernah bercerita memimpikan aku.

Mimpi karena terlalu rindu.

Lantas dia langsung menelponku dengan bahasa lugunya.

“Ayip, saat itu kau pakai baju coklat. Bajunya baru.”

Kau pernah mimpikan aku? Pernah, hehh !?

Aku tak ideal, begitu juga kau.

Tapi bukan berarti terlarang untukku berharap kau disini.

Merelakan bahu dan telingamu untuk masalahku.

Tapi apa. Kau malah tertawa. Menghina.

“Aku lemah”, katamu.

Lantas kau malah berbalik menceritakan masalahmu.

Hahahaaarrgghh !?? !? !? !?

Hilang sajalah kau ! ! ! ! ! !

Begitu. Aku sendiri kembali.

Bantul, 5 Desember 2010

Iklan

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s