Science Adventure Comic untuk Belajar Sains Makin Asyik

Sains Kenapa Ditakuti?

 Sudah dikenal umum bahwa sains atau ilmu pengetahuan alam merupakan salah satu bidang ilmu yang tergolong “keras” atau tidak mudah dipahami. Sains dianggap sebagai mata pelajaran dengan kumpulan rumus-rumus, yang menjerumuskan siswa dengan hafalan yang memusingkan kepala. Anggapan miring tersebut, didukung oleh fakta bahwa banyak dari siswa memiliki nilai sains yang lebih rendah dibandingkan mata pelajaran lain. Hal ini sungguh memprihatinkan. Padahal sains merupakan ilmu dasar yang harus dikuasai terlebih dahulu dalam rangka kemandirian teknologi suatu bangsa.

Jika ditinjau dari sisi pengajar atau guru sains, maka kondisi siswa yang tidak menyenangi sains salah satunya karena kejenuhan siswa dalam proses pengajaran. Seharusnya gejala yang dipelajari di dalamnya betul-betul menyentuh dunia siswa, bukan semata-mata berupa simbol-simbol di atas kertas yang harus dipelajari. Cara penyampaiannya pun harus disesuaikan dengan tingkat penalaran yang dimiliki oleh peserta didik yang menerimanya.

Siswa sekolah dasar yang daya analisanya belum berkembang, tidak boleh dijejali dengan konsep-konsep abstrak berupa hukum-hukum, rumus, dan sejenisnya. Minat yang timbul dari keheranan, rasa ingin tahu dan kekaguman, menjadi modal yang amat besar bagi siswa untuk mempelajari dan memperdalamnya di kemudian hari.

Kenapa Media Pembelajaran Harus Dikembangkan?

Cara pengajaran tak lepas dari peran media pembelajaran atau media pengajaran yang digunakan oleh guru. Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya media pembelajaran yang memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajari materi pembelajaran, sehingga menghasilkan belajar yang lebih baik. (Jelarwin Dabutar, 2008)

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian yang harus mendapat perhatian guru / fasilitator dalam setiap kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu guru / fasilitator perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

Menurut Ardiani (2008), secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih afektif dan efisien. Sedangkan secara lebih khusus manfaat media pembelajaran adalah:

1)   Penyampaian materi pembelajaran dapat diseragamkan

2)   Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik

3)   Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

4)   Efisiensi dalam waktu dan tenaga

5)   Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa

6)   Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja

7)   Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar

8)   Mengubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif

Untuk mengatasi cara pengajaran yang kurang tepat, maka diperlukan sebuah media pembelajaran inovatif yang dapat membantu siswa untuk lebih menyenangi dan mudah memahami sains.

Komikpun Dapat Jadi Media Pembelajaran.

Menurut Nana Sudjana (2002), komik dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberikan hiburan kepada pembaca.

Sebuah gambar memiliki kemampuan untuk menyampaikan banyak informasi dengan ringkas dan dapat lebih mudah diingat daripada penjelasan yang panjang. Ada pepatah mengatakan “sebuah gambar bermakna ribuan kata”. Hal itupun berlaku pada anak-anak atau remaja.

Popularitas komik di masyarakat cukup tinggi dibandingan buku bacaan yang lainnya. Hal ini bisa diketahui dari maraknya tempat pesewaan komik yang sudah menjamur di berbagai kota di Indonesia. Contohnya di  Zoe Corner, salah satu taman bacaan yang terletak di Jln. Pager Gunung Bandung. Menurut surat kabar Pikiran Rakyat, taman bacaan ini telah memiliki koleksi komik hingga 27.000 judul dan jumlahnya mencapai 40.000 buku. Setiap harinya, lebih dari 200 orang hilir mudik secara bergantian untuk membaca komik-komik yang disediakan. Itu baru jumlah mereka yang membaca di tempat, belum lagi mereka para anggota yang datang dan menyewa untuk dibawa pulang, jumlahnya mencapai 130 orang tiap harinya.

Komik merupakan media pembelajaran sains yang banyak berkembang di masyarakat. Menurut Prof.Dr. Soerjono Soekanto,S.H,M.A, pada usia tertentu anak-anak gemar membaca apa yang lazim dinamakan komik yang berwujud cerita bergambar, dan bahkan kebiasaan itu kadang terus berlanjut sampai anak itu dewasa. Mengingat peminat bacaan ini sangat banyak termasuk dikalangan remaja yang merupakan para peserta didik. maka media pembelajaran ini diharapkan mampu membangkitkan semangat belajar siswa.

 

Science Adventure Comic sebagai Inovasi Media Pembelajaran.

Salah satu jenis  komik yang ada dimasyarakat yaitu komik petualangan atau komik permainan. Contoh yang telah diterbitkan adalah Komik Permainan Shincan. Dalam komik ini pembaca harus menemukan sendiri jalan untuk menyelesaikan cerita di komik.

Science Adventure Comic atau yang dapat disingkat SAC merupakan suatu pengembangan komik sebagi media pembelajaran. Salah satu perbedaan yang diwujudkan dalam SAC yaitu pembaca (peserta didik) diajak untuk memikirkan permasalahan yang disajikan. Komik ini dirancang seperti komik permainan dan petualangan Shinchan. Namun kelebihan pada komik ini terletak pada muatannya, yaitu dengan memberikan materi sains sesuai jenjang pendidikannya.

Pada akhir halaman tertentu di SAC terdapat permasalahan sains yang harus dipecahkan untuk menentukan langkah selanjutnya. Setiap jawaban yang benar akan membawa pembaca ke jalan yang benar dan sesuai dengan jalan cerita yang sudah dirancang, sedangkan jalan yang salah dapat membuat pembaca menuju halaman yang berisi penjelasan mengapa jawaban tersebut salah. Selain itu pembaca akan diminta kembali ke halaman permasalahan dan mencoba kembali hingga menemukan jawaban yang benar.

Melaui SAC ini diharapkan ketika siswa menikmati komik, mereka juga dapat melatih otaknya dengan menjawab  permasalahan tentang sains yang ada didalam komik tersebut. Apabila kesan sains yang menyeramkan dan sulit tidak lagi menghinggapi benak siswa, maka akan lahir generasi cerdas  berilmu pengetahuan. Sehingga ketergantungan terhadap sumber daya asing pun dapat berkurang.

Artikel ini diiuktkan dalam  Blogging Competition ‘Compfest 2011′  (http://compfest2011.com)

***

 REFERENSI

Arsyad,Azhar.2002. Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Feby Syarifah. Komik Jepang Diserbu Peminat. Pikiran Rakyat edisi 15 Juli 2006.

Dabutar,Jelarwin. (2008).Pengaruh Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Pengelasan Pada Siswa yang Berprestasi Tinggi dan Rendah di Smk Swasta 1 Trisakti Laguboti – Kabupaten Toba Samosir. 

Sudjana,Nana, Ahmad Rivai. (2002). Media Pengajaran. Bandung: Penerbit Sinar baru Algesindo

 

 

 

 

 

 

Iklan

3 thoughts on “Science Adventure Comic untuk Belajar Sains Makin Asyik

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s