HASKA 0 Km [part II]

Tulisan ini adalah kelanjutan dari  HASKA 0 Km [part I]

2009, berjalan nikmat dan lambat

Roda kereta HASKA terus berputar. Tanggung jawab kepengurusan bergulir dari satu generasi ke generasi yang lain. Hingga tiba masa ketika kami menjadi kakak dari adik satu angkatan. Dan tentu tanggung jawab seorang kakak jauh lebih besar dibandingkan menjadi bungsu dulu.

Teman satu angkatan tinggal beberapa. Kami coba saling menguatkan atas segala apa yang ada. Saling memberi bahu atas beban yang harus dipikul. Saling memasang telinga di saat cerita tak lagi betah tertahan di dada.

“Kok program antum dan teman-teman ngga berjalan. Ada apa akh? Ada yang bisa kami bantu?”
“Stafku sudah ngga pernah kelihatan, kalau di bidang antum?”
“Coba antum tabayun ke staf antum. Betulkah dia pacaran?”

Tak berbanding lurus antara usaha dan terkadang menghasilkan kekecewaan. Apa yang dirancang sebagai solusi terkadang pula tak berefek sama sekali. Namun, dahsyatnya kami bisa bertahan waktu itu, rasa kebermilikan satu sama lain adalah rumusnya. Tak jarang canda dan terkekeh sesaat jadi obat mujarab melepaskan penat sejanak.

“Ya adik-adik kita begini, mungkin karma kali ya. Dulu jadi staf juga bandel sih.” Celetuk salah seorang teman.

Malam-malam ngangkring bareng

Kebersamaan di rumah ini juga luar bias atau benar-benar di luar kebiasaan. Apapun kami lakukan bersama di rumah 7×4 ini. Sampai benar-benar kami menganggapnya kos-kosan kedua. Syuro, belajar untuk ujian, mengerjakan tugas kuliah, makan, minum, nonton film, tidur hingga mandi pernah dilakukan di rumah ini. Hanya aktivitas memasak dan mencuci baju saja yang belum sempat kami lakukan. Dan satu hal lagi yang belum pernah kami lakukan, membayar uang sebagai biaya sewa atau tagihan listrik ke birokrasi. Astagfirullah.

Tantangan makin menjadi. Kuantitas dan kualitas agenda harus terpenuhi. Tetapi, rekan tidak ada di kanan dan kiri. Hingga tiba waktu-waktu terputusnya komunikasi. Apa yang bisa kami lakukan? Suatu waktu saya mengetahui, sesungguhnya teman sejati seorang pemimpin adalah kesendirian. Saat itulah satu dari sekian prosesnya.

Syuro untuk merancang program terbaik

Dalam kondisi ini tentunya waktu terasa lama berputar. MAHASKA sebagai garis pergantian kepengurusan tak kunjung datang. Sudah pada titik jenuhkah kami saat itu? Mungkin ya. Tapi dari sini saya tak lagi binggung dengan pertanyaan “Akhi, mentoring antum masih jalan?”  Karena semua dialog dan sejarah setelahnya akan menghantarkan pada satu kata, ISTIQOMAH.

Menjelang akhir 2008 ada sejarah

“Assalamualaikum….”

Seseorang menyelami kami yang sedang duduk di serambi Masjid Mujahidin. Wajahnya familiar, namun saya tidak begitu jelas mengenalnya. Suaranya yang lembut keluar dari mahasiswa berkulit sawo matang ini. Kami dipandunya masuk ke dalam masjid. Kemudian beliau memperkenalkan diri.

Beliau memulai dengan memperkenalkan namanya. “Perkenalkan nama ane…………..”

Ya dari namanya, kisahnya dan nasehatnya membuat suasana hangat berjalan begitu saja.  Bukan berarti sesuatu yang luar biasa. Dalam setiap pertemuanya pun membahas hal biasa. Mungkin beberapa pernah didengar sebelumnya. Tapi kelak dari sinilah akan dimulai babak baru jalan yang seharusnya tertempuh, jalan dakwah.  Dan tahukah bekal untuk menghadapi jalan yang tak pendek ini? Ya, istiqomah.

 ***

Sahabatku,

Ibnu Katsir rahimahumullah menyebutkan makna istiqomah adalah sikap lurus dan tetap di dalam ketaatan baik secara keyakinan, perkataan maupun perangai secara terus menerus. Karena sejatinya persoalan paling penting dari hidup yang kita jalani adalah berusaha agar perjalanan usia dilakukan dengan benar hingga ajal datang. “Ittaqillaha tsummas taqim”. Bertaqwalah kepada Allah lalu istiqomahlah, begitu wasiat Rasulullah Muhammad SAW.

Melalui HASKA atau dimanapun sahabat memulainya. Menjaga ritme sebagai penyeru kebaikan memanglah tidak mudah. Inilah mengapa ganjaran bagi pelakunya dibayar teramat istimewa. Dan kita semua pasti menginginkannya. “Sesungguhnya Allah, para malaikat, semut yang ada di dalam lubangnya, bahkan ikan yang ada di lautan akan berdo’a untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.“ Demikian sabda Rasululllah SAW yang diriwayatkan Tirmidzi.

Di HASKA ada semangat tanpa batas

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus. Maka tidak akan banyak da’I yang berguguran di tengah jalan.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus. Niscaya hati sekian banyak orang akan menjadi bersih, pikiran mereka akan bersatu dan fenomena ingin menang sendiri saat berbeda pendapat akan jarang terjadi.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus. Maka sikap toleran akan semarak dan hubungan persaudaraan akan menguat. Barisan para da’I menjadi bangunan yang kokoh dan saling menopang.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus. Maka ia tidak akan peduli saat ditempatkan di barisan depan atau belakang. Komitmennya tidak akan berubah ketika ia diangkat menjadi pemimpin yang berwenang mengeluarkan keputusan dan ditaati. Atau ketika menjadi jundi yang tidak dikenal dan tidak dihormati.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus. Maka hati seorang da’I akan tetap lapang memaafkan setiap kesalan saudara-saudara seperjuangannya. Sehingga tidak tersisa tempat sekecil apapun untuk permusuhan dan dendam.

Jika komitmen terhadap dakwah benar-benar tulus. Maka setiap orang yang kurang teguh komitmennya akan menangis, sementara yang bersungguh-sungguh akan menyesali dirinya karena ingin berbuat lebih banyak dan berharap mendapat balasan serta pahala dari Allah.

________
*HASKA merupakan sebutan untuk Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam   tingkat fakultas di FMIPA UNY. Nama lengkap lembaga ini adalah Himpunan Aktivitas Kajian Agama Jama’ah Musholla Al Furqon atau HASKA JMF.

Iklan

7 thoughts on “HASKA 0 Km [part II]

  1. apu

    subkhanaAlloh ternyata ada yang nulis sepotong episode haska yah….. i like it akh ayip…. maju terus….. sekali merdeka tetap merdeka. sekali nulis…. lanjut terus……heheh

    Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s