Dakwah Lewat Seni, Why Not?

Belum lama di Yogyakarta digelar Festival Seni Islami Ke-2. Acara yang diadakan di Benteng Vredeburg ini digelar berkat kerja sama PPPA dan Lembaga Dakwah Kampus KMI-ISI. Sebagai orang yang suka dengan dunia desain grafis, saya pun tak mau melewatkan momen ini. Sayang teramat sayang, saat mengunjungi pameran seni visual saya hanya bersenjatakan kamera ponsel. Sudah begitu kameranya tanpa fasilitas flash lagi. Alhasil, foto yang terdapat di tulisan ini sangat jauh di bawah penampakan aslinya.

Baiklah, kita mulai mengulas beragam karya dengan satu yang bertuliskan kalimat basmalah. Sesuatu akan lebih berkah jika didahului basmalah kan? Hehe. Kalimat bismillahirahmanirahim ini terbuat dari lempeng logam. Yang menarik perhatian adalah bagian latar kalimat tersebut. Dibuat dari balok-balok yang dilapisi apa ini? Perhatikan? Yap, daun. Dahsyat bukan.

Perhatikan gambar di atas? Apakah saya memotret bagian dinding galeri yang tidak terawat? Berventilasi sederhana, berdinding kusam dan penuh coretan  di sana? Jawabannya, bukan. Ini sebuah lukisan.

 -  / -  / -

- // -

Saya lupa mencatat atau memotret keterangan nama pelukis karya di atas. Namun, judulnya masih saya ingat yaitu “Syukur”. Berpesan bahwa apapun keadaan kita, sepatutnya untuk disyukuri. Tergambar dari kertas panjang yang seolah menjuntai bertuliskan, “Alhamdulillahirabil’alamin” dalam bahasa arab.

Karya-karya berikutnya yang berhasil terdokumentasi adalah yang menarik perhatian saya. Lalu apakah yang lainnya biasa saja? Tidak juga, banyak juga yang keren-keren. Namun, sebagai orang yang awam akan istilah apalagi cara membuat sebuah lukisan, saya cukup lama termantuk-mantuk di depan karya-karya ini. “Kok bisa ya ada ide membuat yang begini”, itulah yang terlintas di kepala saya.

Sahabat, segala kekaguman saya di hari itu bukanlah kekaguman buta akan ciptaan manusia. Saya sangat memuji dan mengapresiasi karya seni, terutama yang membawa misi kebaikan. Karena para penebar virus kemaksiatan pun telah memiliki bungkus dengan tampilan yang sangat menarik dan indah. Lalu, apalagi yang jelas-jelas menjual isi yang jauh lebih bermanfaat. So, dakwah lewat seni, why not?

Segala kekaguman akan karya seni manusia seharusnya akan berujung juga pada satu titik. Apabila hasil ciptaan saja bisa menciptakan karya yang luar biasa. Apalagi yang menciptakan  ciptaan yang bisa menciptakan karya yang luar biasa. Pastinya Maha dari segala Maha Luar Biasa, Allah Subhanawataala. Sekali lagi, dakwah lewat seni, why not? And lets do together dengan pendakwah lain di segala bidang apapun.

Rokhyan // Allah Tempat Bergantung

Rokhyan // "Allah Tempat Bergantung"

Wiko YM // " The Light of Al Hadii"

Wiko YM // " The Light of Al Hadii"

Solechan // "Hujan"

Solechan // "Hujan"

Obby Maulana // "Fantasy Art"

Obby Maulana // "Fantasy Art"

M. Irawan // Ma'syar

M. Irawan // "Ma'syar"

Akbar H // "The Dying of The Time"

Akbar H // "The Dying of The Time"

Iklan

2 thoughts on “Dakwah Lewat Seni, Why Not?

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s