Dieng, Negeri Di Balik Kabut

Dataran tinggi Dieng memang sudah dikenal sebagai kawasan yang memiliki suhu udara yang cukup dingin. Pada siang hari suhunya bisa mencapai 15 derajat celicius. Oleh karena itu, wajar jika uap air di sekitar permukaan tanahnya seringkali berkondensasi membentuk kabut. Nah sahabat, pada liburan kemarin kami ke Dieng, cuaca di sana sering kali gerimis sehingga suhu udaranya diperkirakan anjlok di bawah 15 derajat. Alhasil, asap dari uap air lebih sering terbentuk dan kamipun mendapatkan pemandangan Dieng bak negeri di balik kabut.

Satu tempat yang sayang untuk dilewatkan ketika berada di Dieng adalah kawasan komplek Candi Arjuna. Komplek ini adalah satu dari sekian banyak komplek candi di Dieng dan memiliki delapan bangunan candi yang masih berdiri. Terletak di tanah lapang, membuat kawasan ini sangat indah. Sebab, pengelola menghiasi sekitar candi dengan beragam jenis tanaman dan tumbuhan berbunga. Belum lagi ketika kabut mulai turun, komplek candi ini lebih terkesan sangat eksotis. Subahanallah.

Seperti sahabat lihat pada gambar-gambar di atas, beberapa candi terlihat sudah tidak utuh. Memanglah demikian, beberapa batu candi telah rontok dan dibiarkan teronggok di awal tempatnya berdiri. Selain itu, candi yang masih berdiri pun memperlihatkan kondisi yang memprihatinkan. Terdapat retakan di sana sini pada tubuh candi. Satu hikmah yang bisa kita petik, segala kemampuan manusia selalu memilki batas. Bangunan batu yang pasti terlihat kokoh pada zamannya ternyata tidak akan selamanya bertahan ketika berhadapan dengan usia. Apalagi dengan diri kita. Jadi, pantaskah selama ini kita masih sombong?

Baca juga:

Iklan

6 thoughts on “Dieng, Negeri Di Balik Kabut

    1. ayip7miftah Penulis Tulisan

      Iya, nih.
      Soalnya pas kesana, pas gerimis.
      Jadi banyak kabut. Selain itu, senjata ane masih low, Gan.
      Hanya kamera ponsel 2MP.
      Mohon doanya supaya uang buat beli kameranya cepat terkumpul. 😛

      Balas
  1. hestylukita

    nice post and pics, walau agak gloomy… 🙂
    selamat juga sudah pernah ke wonosobo… 🙂
    ada juga nih, postingan yang juga tentang dieng, kalo bersedia, boleh mampir…
    http://hestylukita.blogspot.com/2011/11/jepretan-akhirnya-dieng-negeri-di-atas.html
    note : maaf blog dan tulisannya masih jauh dari sempurna, masih alay dan amatiran… jauh dari blog ini… kalo tidak kuat membaca, lambaikan tangan ke arah kamera dan segera tutup blognya 😀

    Balas
    1. ayip7miftah Penulis Tulisan

      terimakasih masukkannya.
      maklum hanya pake senjata T-500 yang 2MP.
      tanpa autofocus, tanpa flash.
      mohon doanya agar senjata saya ter-upgrade jd SLR.
      Lho?? O.o

      Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s