Menyiapkan Diri Masuk Perguruan Tinggi

Usainya ujian nasional tingkat SMA bukan berarti berakhir juga kecemasan bagi para pesertanya. Setelah ujian nasional sebagian siswa akan fokus memikirkan kemana ia akan melanjutkan studi. Bukan hanya kampus ia belajar, namun jurusan apa yang akan dipilih. Karena jurusan di perguruan tinggi akan menghantarkan ia ke suatu profesi tertentu di dunia kerja. Inilah satu fase ketika seorang siswa akan diminta untuk menentukan akan menjadi apa ia di masa yang akan datang.

Bagi siswa yang belum begitu matang untuk menentukan jurusan di kuliahnya nanti, pasti akan menyebabkan ia resah. Aktivitas konseling oleh guru memang harus sering dilakukan, tapi ini bersifat arahan bukan tuntutan yang harus dijalankan. Begitu pula dengan peran orang tua, sebaiknya tidak memberikan keharusan anaknya masuk kampus dan jurusan tertentu. Berikan kebebasan anak untuk menentukan masa depannya sesuai bakat dan minat yang ia miliki. Kemudian arahkan agar pilihannya benar-benar tepat.

Sedangkan bagi para siswa yang akan masuk perguruan tinggi, hendaknya jangan sia-siakan kesempatan yang sudah diberikan. Lebih banyak siswa yang menunda impiannya untuk melanjutkan studi karena berbagai macam hal. Dalam menentukan jurusan dan kampus yang akan dipilih, sebaiknya jangan hanya ikut-ikutan teman atau karena popularitas kampus dan jurusannya.

Misalnya kampus A sangat populer dan baik dimata masyarakat, kemudian jadi ngotot untuk masuk kampus tersebut apapun jurusannya. Akhirnya setelah masuk, ternyata jurusan tersebut sama sekali tidak dikuasai dasar-dasar kelimuannya. Ditambah lapangan kerja yang tersedia untuk jurusan itu bukanlah yang dicita-citakan. Sudah banyak contoh kakak-kakak angkatan yang terpaksa pindah jurusan bahkan pindah kampus lantaran merasa tidak cocok dengan pilihannya. Kalau sudah begini pasti banyak yang dirugikan.

Jangan pula langsung mempercayai isu yang beredar seputar dunia kampus. Misalnya, “Jangan masuk kampus B, disana OSPEKnya seram, seniornya galak-galak.” Atau “Jangan masuk jurusan C, mahasiswa jurusan itu tidak punya prospek pekerjaan yang bagus.” Apabila mendengar isu-isu kampus yang demikian, ada baiknya melakukan kroscek ke pihak yang terkait. Tanyakan warga (birokrat, dosen dan mahasiswa) kampus atau jurusan tersebut untuk mendapatkan informasi yang lebih terpercaya. Akan sangat rugi, jika mengurungkan niat untuk masuk kampus atau jurusan tertentu karena mempercayai isu yang ternyata tidak benar.

7 thoughts on “Menyiapkan Diri Masuk Perguruan Tinggi

  1. vonarief

    waduh,, kakak guru mengingatkan saya setahun silam,
    saya yang sempat resah, dan gundah gulana,, harus kemana dan mau apa,,

    alhamduliliah..

    bener juga,, kelulusan SMA bukan akhir tapi pintu gerbang kedunia luar, dan ketika lolos SNMPTN pun jangan berpuas diri,, karena,, pembelajaran akan semakin meningkat ,,(loh kok mentoring ?)🙂

    Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s