Bertemu dengan Siswa Anti-Mainstream

Anti-mainstream dapat diartikan sebagai sikap enggan mengikuti hal yang banyak dilakukan orang pada umumnya. Istilah ini cukup  marak digunakan di dunia internet, baik di jejaring sosial ataupun berbagai forum diskusi. Biasanya istilah ini dilontarkan karena kejengahan seseorang melihat fenomena sosial yang banyak ikut-ikutan. “Saya ga mau, itu terlalu mainstream…”, begitu celotehnya.

Sikap anti-mainstream belakangan tidak hanya muncul di dunia maya, tapi juga dibawa ke dunia nyata. Sikap ingin tampil beda dan bosan dengan yang biasa-biasa saja menunjukan dia tidak mau seperti orang kebanyakan. Bisa jadi yang demikian adalah para siswa-siswa kita. Sikap anti-mainstream juga kemudian mereka tunjukan dalam proses belajar. Jadi? Ya mereka akhirnya tidak mau belajar dengan cara konvensional dan biasa. Kalau tidak? Mereka akan mengatakan dalam dirinya, “ah.. itu terlalu mainstream, bosen!”

Nah, untuk kisah bertemu siswa yang menunjukan sikap anti-mainstream pernah saya ceritakan di tulisan “Belajar Fisika Lewat Naruto”. Dalam tulisan tersebut saya ceritakan bagaimana cara saya mengajarkan dengan cara yang tidak biasa. Agak nyeleneh mungkin. Bagaimana mungkin komik Naruto bisa dijadikan media pembelajaran Fisika. Namun, lewat pancingan ini akhirnya ditemukan titik celah si siswa untuk mendengarkan salah satu konsep Fisika yang kebetulan ada di cerita Naruto.

Untuk membuat siswa anti-mainstream betah belajar tidak harus dengan media pembelajaran yang baru. Metode, pendekatan, teknik atau hanya sekedar cara menulis juga bisa dibuat inovasinya. Nah, yang akan saya bagikan kali ini bagaimana cara menulis rumus Fisika yang tidak mainstream.

Kalau pada umumnya, rumus energi potensial akan ditulis seperti di bawah ini:

Akan tetapi, menurut siswa yang saya temui menulis dengan cara di atas terlalu mainstream. Sehingga si siswa dalam catatannya menulis rumus di atas jadi seperti berikut:

Hmmm… jadi agak memusingkan ya? Eits…tunggu dulu. Ternyata cara menulis siswa saya ini ada untungnya juga. Lihat contoh gambar di bawah ini, dengan sederhana saja semua besaran-besaran yang ada dalam energi potensial diketahui rumusnya. Ya, besaran apa yang dicari tinggal ditutup saja.

Begitulah apa yang baru saya temui. Ada-ada saja tingkah si siswa ini. Saya mengapresiasi sekali cara-cara “kreatif” yang sering ia tunjukan. Sembari memancing apa lagi yang akan dia inovasi, saya juga coba untuk perlahan berbicara padanya. Tidak semua yang sudah jadi keumuman itu tidak baik dan tidak kreatif. Apalagi untuk perkara norma sosial. Karena jika selalu ingin berbeda, maka dikhawatirkan tidak diterima oleh masyarakat.

Bagaimana dengan Sahabat pengajar, pernahkah menemui siswa anti-mainstream juga? Ayo kita juga jangan mati kutu menghadapi mereka! Kita juga wajib kreatif!

Sumber gambar: facebook.com/JukiHoki

Iklan

8 thoughts on “Bertemu dengan Siswa Anti-Mainstream

  1. renaldazwari

    waha… naruto ala fisika ya? aku pernah juga ngebahas di blog, belajar biologi dari spongebob… ilmu yang didapet pas sma, dipake buat bikin postingan spongebob… lumayan lah…
    because mainstream is too mainstream…

    Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s