Media Pembelajaran Menjawab Tantangan Jaman

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan salah satu produksi dari manusia. Pada gilirannya manusia-manusia itu perlu lebih mendalami dan mampu mengambil manfaat dari perkembangan itu sendiri. Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berpengaruh terhadap pribadi maupun komunitas dalam segala aktivitas kehidupan, cara kerja, metode belajar, gaya hidup maupun cara berpikir. Seiring dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dituntut pula peningkatan kualitas pendidikan untuk mengimbanginya. Salah satunya adalah perlu ada langkah yang kreatif dan inovatif diperlukan agar proses pembelajaran menjadi variatif.

Proses pembelajaran mata pelajaran yang berlangsung di banyak sekolah selama ini masih berjalan satu arah. Guru sering menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi pelajaran di depan kelas, siswa diminta mendengarkan dan mencatat jika perlu serta bertanya jika belum jelas. Metode seperti ini kenyataannya belumlah sepenuhnya efektif dalam pelaksanaan belajar mengajar.

Salah satu cara untuk membuat proses pembelajaran menjadi menarik adalah dengan mengembangkan media pembelajaran. Media pembelajaran merupakan alat bantu mengajar yang dapat mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang dapat ditata oleh guru. Untuk mengatasi cara pengajaran yang kurang tepat, maka diperlukan sebuah media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk lebih menyenangi dan mudah memahami materi pelajaran. Menurut Ardiani (2008), secara umum manfaat media pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Namun, permasalahan yang sering muncul berkenaan dengan penggunaan media pembelajaran, yakni ketersediaan dan pemanfaatan (Husni Idris, 2008: 2). Ketersediaan media masih sangat kurang sehingga banyak guru menggunakan media secara minimalis. Kebanyakan sekolah hanya menyediakan media cetak sebagai media pembelajaran bagi guru dan siswa. Namun, kenyataannya kebanyakan media cetak sangat tergantung pada verbal symbols (kata-kata) yang bersifat sangat abstrak. Hal ini menjadikan pembelajaran tidak berjalan efektif.

Permasalahan kedua, pemanfaatan media. Media yang sering digunakan adalah media cetak (diktat, modul, hand out, buku teks dan sebagainya) dengan alat bantu yang masih tetap digunakan seperti papan tulis/white board dan kapur/spidol. Sedangkan media audio dan visual (kaset audio, siaran TV/Radio, overhead transparency dan video/film) serta media elektronik (komputer dan internet) masih belum secara intensif dimanfaatkan.

Berdasarkan uraian di atas, saya ingin bertanya terlebih dahulu kepada Sahabat yang berprofesi sebahai pengajar. Media pembelajaran apa yang paling banyak Sahabat gunakan? Yakinkah itu paling efektif bagi siswa Sahabat?

Pada kesempatan ini saya juga ingin memberikan sedikit gambaran mengenai inovasi yang dilakukan para pengajar/guru dalam menjawab tantangan jaman. Sahabat juga pasti sudah mendengar ada guru yang memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran atau mengoptimalkan ponsel sebagai media pembelajaran mobile. Saya pernah berkesempatan membaca sebuah artikel guru Bahasa Inggris yang memanfaatkan aplikasi Yahoo! Messenger untuk belajar bersama native speaker dan masih banyak lagi contoh kreatif yang dapat diciptakan dalam pembelajaran. Jadi, siapkah Sahabat menantang jaman dengan media pembelajaran?

Sumber gambar: google.com dan wyw1d.wordpress.com

Iklan

12 thoughts on “Media Pembelajaran Menjawab Tantangan Jaman

  1. cawah

    Ya, guru itu gak boleh gaptek hehehe…saya malah menyeru kepada mantan2 guru saya, (walaupun sy g pernah menganggap mantan, beliau2 adl guru saya sepanjang masa, *uhuk ) untuk membuat blog, guru itu harus go blog…toh akhirnya mreka pada tergerak bbrrapa dan mnyuruh anak didiknya mengunjungi blognya scr berkala, ada pengumunan nilai ulangan, atau donload file2 yg dperlukan dlm proses pembelajaran, guru jg memuat tulisan2 untuk membakar semangat belajar siswanya..so guru harus kreatif memanfaat perkembangan zaman, IT is the best choice for learning…

    Balas
      1. cawah

        wekekekke..iya sampe sekarangpun masih kontak2an sama mantan2 guru.,,makanya rasa nya sesuatu…”semacam ada rasa timbal balik gitulah antara murid dan guru yg udah mantan xixixixi…

        Gmn caranya bkin tulisan ky gini biar msuk viva -_-…ajariin

    1. ayip7miftah Penulis Tulisan

      Untuk tutorial menulis di viva, pernah saya buatkan postingannya di sini -> ayip7miftah.wordpress.com/2012/05/06/tutorial-menulis-di-vivalog/
      Tapi akan ditemukan sedikit perbedaan karena sekarang jadi viva.co.id

      Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s