[CeritaWisuda] Kejutan Selama Wisuda

pak yos

Sebenarnya saya ingin melanjutkan [CeritaWisuda] dalam beberapa postingan lagi. Tapi memang tujuan dari blog ini bukan hanya sekedar memindahkan diary dan album foto. Maka dari itu, inilah postingan terakhir yang bisa saya bagikan selama menjalani prosesi wisuda. Enjoy, Sob!

Hari wisuda sepertinya menjadi saat dimana kita benar-benar dipenuhi dengan kebahagiaan dan keceriaan. Saat itulah rasanya terbayarkan “penderitaan” selama menjadi mahasiswa. Utamanya bagi mahasiswa yang senasib, yakni berat dalam menjalani tugas akhir atau skripsi. Menjalani wisuda adalah momen-momen yang indah.

Ketika wisuda kemarin, kebahagiaan terasa ketika bisa bertemu dan mengabadikan momen bersama orang-orang spesial. Satu yang khusus dari yang spesial bagi saya saat itu adalah bisa berfoto dengan dosen pembimbing skripsi, Doktor Yos Sumardi. Dosen yang biasa dipanggi Pak Yos memang sudah satu tahun ini menjadi “teman akrab” dalam hari-hari saya saat menjalani skripsi. Hampir setiap hari sepertinya saya berkirim pesan singkat. Meskipun di lain waktu ada saat-saat dimana saya “menghilang” dari jadwal konsultasi beliau. Hehe.

“Terimakasih… Terimakasih… Terimakasih… Pak Yos”, kalimat yang saya ucapkan ketika bersalaman dengan beliau. Sementara itu, jawaban yang disampaikannya cukup membuat saya terkejut,

“Selamat ya, Mas. Saya juga terimakasih. Bukunya sudah saya baca. Bagus sekali.”

“….”

Satu hal lagi yang menjadi kejutan selama wisuda kemarin. Kali ini berasal dari ulah keluarga saya sendiri. Kejadiannya ketika kami hendak berangkat dari tempat transit menuju GOR UNY yang dijadikan lokasi wisuda. Lirak-lirik kakak, adik dan teman yang ikut dalam rombongan tidak saya curigai tentang apa yang mereka persiapkan. Dan ketika itu… JRENGG!! JREENGG!! 

Terbentanglah spanduk ucapan dari keluarga seperti ini:


spanduk1

Bukan. Bocah-bocah kecil nan polos ini bukanlah pelaku yang patut kita salahkan. Saya yakin mereka juga korban dari paksaan si pelaku untuk membawakan spanduk dengan iming-iming bisa ikut difoto. Kasihan sekali nasibmu wahai ponakan. Hihihi. Nah, untuk si pelaku pembuat spanduk akan saya munculkan juga wajahnya dalam postingan ini. Pokoknya, ciri-ciri adalah pria 26 tahun dengan potongan rambut belah pinggir rapi dan muka terlihat alim. Sekali lagi, TERLIHAT alim.

Rasanya tidak habis pikir. Kok sempat-sempatnya buat spanduk seperti itu. Tulisannya itu juga, Sob. Terus gambar-gambarnya juga lho, Sob! Itu kan artwork saya dengan karakter “Mas Guru”. Dari yang paling awal sampai yang paling akhir kok bisa dikumpulkan begitu.  Berarti mereka download dari blog ini. Berarti mereka juga “memantau” blog ini. Aduh, harus waspada nih!

Kembali lagi ke kejadian ketika wisuda. Saat perjalanan dari tempat transit menuju GOR seakan kami menjadi tontonan. Terlihat senyam-senyum dan terdengar kasak-kusuk para wisudawan serta rombongan. Aih, tapi ini yang ditonton malah dengan PeDe -nya spanduk dibentang-bentangkan dan berfoto-foto.

spanduk2

Oh iya, Sob. Karena ini postingan terakhir untuk [CeritaWisuda], maka saya bagikan juga momen-momen indah selama prosesi kemarin. Semoga membangkitkan semangat para Sahabat yang belum diwisuda. Ayo, selesaikan skripsi dan tugas akhirnya! Wisuda itu indah,lho! Bagi yang sudah pernah diwisuda. Ayo usahakan diri agar bisa diwisuda lagi untuk jenjang berikutnya. Semoga kalimat yang terakhir ini kembali menjadi doa untuk saya. Aamiin… Aamiin…

full
Iklan

3 thoughts on “[CeritaWisuda] Kejutan Selama Wisuda

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s