Biarkan Hati yang Menjalani Profesi

3idiots_1

Memaksakan diri untuk menjalani apa yang diinginkan orang tua ternyata bukan hanya di film atau serial drama. Bukan, Sob. Karena di dunia nyata juga saya banyak menemukannya. Yaps! Pelaku utamanya tidak lain adalah siswa-siswa yang saya bimbing. Sepertinya ini adalah tulisan kesekian yang bertemakan “pemaksaan” oleh orang tua. Namun kali ini kasus yang akan saya bagikan mengenai menjalani profesi.

Tidak sedikit orang tua yang terlalu khwatir akan dunia anaknya. Beliau-beliau ini seakan sudah mengatur masa depan si anak, mulai dari sekolah, kuliah sampai tempat kerja. Sebagian menjadikannya pelampiasan karena target yang beliau tidak capai sewaktu muda. Alhasil, anak mereka harus menanggungnya demi kepuasan dan kebanggaan orang tua. Sedangkan sebagian yang lain melakukannya karena dengan dalih menjaga nama keluarga. Misalnya saja begini, Sob. Seorang anak dokter tentu menginginkan anaknya untuk menjadi dokter bahkan menjadi dokter spesialis kalau bisa. Atau ada juga seorang pengusaha sukses multinasional tentu mengharapkan anaknya lulusan sekolah bisnis guna meneruskan usaha keluarga. Sekali lagi itu misalnya, namun bisa saja itu terjadi pada siswa-siswa di sekitar kita.

Saya jadi teringat satu adegan di film yang saya suka betul. Yaps! Film “3 Idiots”. Di sana terdapat adegan dimana seorang anak meyakinkan ayahnya untuk bekerja sesuai dengan apa yang menjadi hobinya. Di postingan ini akan saya bagikan cuplikan adegan tersebut. Namun untuk mengetahui lebih detail jalan ceritanya, silahkan sahabat melihat utuh film ini. 

3idiots

Semoga saya sendiripun mampu meyakinkan diri dan orang-orang di sekitar ketika menyangsikan profesi yang saya pilih ini. Semoga juga dengan kalian, Sob! Katakan dengan baik-baik.

Yang kamu merasa gembira melakukannya, jadikan itu profesimu!

Iklan

7 thoughts on “Biarkan Hati yang Menjalani Profesi

  1. wisnu

    It’s the real word first problem, heh?
    terkadang, kita masih sulit menghadapi apa yang ada di depan, kita suka, kita ingin meraihnya, fokus. namun, tekanan dari siapapun dan di manapun ada, dan kita hanya merasa gengsi. Gengsi apa yang kita inginkan, tapi Tuhan (mungkin) memberi jalan yang terbaik.

    Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s