Semar Gugat, Rona Baru dari Panggung Teater Jogja

semar gugat1

Malam tanggal 29 Desember lalu digelar pementasan teater akbar yang bertajuk Semar Gugat di Taman Budaya Yogyakarta. Pementasan ini merupakan hasil kerja dari Komunitas Studi Budaya (KSB) yang bekerjasama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Yogyakarta, Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah kursi penonton di gedung pementasan terlihat hampir semuanya terisi, hal ini menandakan antusias positif masyarakat  untuk melihat pementasan ini.

Pementasan bermula dari cerita kekacauan yang melanda negeri Amarta. Bencana silih berganti melanda negeri hingga menelan banyak korban jiwa. Namun, pada saat itu justru Arjuna sebagai khalifah (pemimpin) asik berfoya-foya dan tidak memikirkan nasib rakyat. Semua ini karena ulah Ratu Durga yang menyamar menjadi Srikandi selaku ibu negara. Sebagai sesepuh di negeri Amarta, Semar merasa tidak bisa tinggal diam. Dia harus menggugat! Lantas terjadilah perjuangan Semar beserta ketiga anaknya Bagong, Petruk dan Gareng untuk mengembalikan ketentraman negeri. Cerita berakhir ketika Durga berhasil dikalahkan dan Yudistira kembali mengambil alih kepemimpinan. 

semar gugat2

Secara garis besar, alur cerita pementasan yang menyadur dari naskah N.Riantono tidak jauh beda dengan karya lainnya. Namun yang menarik perhatian adalah sisipan dialog dan gerak-gerik dari para lakon. Bisa dikatakan nuansa Islami kental dalam sepanjang pementasan. Misalnya saja ketika dialog Semar membangunkan ketiga anaknya di awal pementasan. Kalimat ajakan untuk bangun pagi dan sholat Shubuh jelas-jelas menjadi pesan utama dari adegan ini.

Adegan lain yang menjadi pusat cerita ketika Narada menasehati Semar. Narada berujar,“Bukan hidup namanya jika selalu merasa bahagia. Sejatinya akan ada dua di dunia ini. Susah-senang, sempit-luang, miskin-kecukupan, sakit-ketaksakitan dan hidup untuk kematian. Tuhan mengajarkan kita untuk sabar dalam hal apapun”. Selain itu, banyak juga ditemukan dialog yang membahasakan nilai luhur dari ajaran Islam.

Aspek lakon juga tidak kalah menarik untuk diperhatikan. Hampir semua pemain perempuan dalam pementasan ini berbalut jilbab. Tapi hal ini sama sekali tidak menganggu segi kostum dari peran yang mereka mainkan. Juga tidak terlihat adegan interaksi yang berlebihan antar pemain lawan jenis, bahkan bersentuhanpun tidak. Namun sekali lagi, hal ini tidak menganggu jalan cerita dan semua berjalan alami.

Dalam sepanjang pementasan, adegan pertarungan antara pasukan setan dengan pasukan Larasati memang pantas mendapat riuh tepuk tangan dari penonton. Dibawakan oleh mahasiswa seni tari FBS UNY, adegan ini tersaji dalam sebuah koreografi yang apik. Sedangkan adegan yang sukses membuat penonton terbawa suasana yaitu ketika Kalika menghadap atasannya, Durga. Tingkah pegawai yang banyak lagak dari Kalika bertemu Durga yang sinis dan gila hormat sukses membawa seisi gedung memancing gelak tawa penonton, namun pesan dan kritik tajam dalam dialog tetap tersampaikan.

Secara kesuluruhan, pementasan yang disutradarai Nurlaelah ini dapat dikatakan sukses. Sejumlah tokoh di tingkat provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta juga turut hadir menyaksikan pementasan teater ini. Terlihat beberapa anggota dewan mengisi bangku-bangku penonton. Besar harapan muncul kembali agenda serupa yang mengisi panggung-panggung teater di kota Yogyakarta dan kota lainnnya. Membuat rona baru di panggung teater. Karena menyerukan nilai Islam bisa di mana saja, termasuk dari panggung pementasan.

Sumber gambar: Panitia

Iklan

2 thoughts on “Semar Gugat, Rona Baru dari Panggung Teater Jogja

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s