Relativitas, Einstein dan 5 cm

einsteinBagi Sahabat yang pernah atau mungkin sedang menjalani pelajaran Fisika kelas XII, pasti kenal dengan materi ini. RELATIVITAS. Yaps! Pusing, membingungkan, aneh dan imajinatif, itu kurang lebih kesan yang saya dapatkan dari siswa-siswa yang saya temui.

Benar saja, dalam relativitas kita akan menjungkirbalikan konsep fisika yang sudah kita pelajari. Kita mengenal bahwa besaran massa adalah tetap, waktu juga merupakan besaran yang tidak bisa diutak-atik. Tapi tidak menurut teori relativitas. Semuanya didobrak dengan kerelatifannya. Besaran fisika seperti: massa, waktu, panjang, energi dan momentum dianggap relatif. Tergantung bagaimana cara pandang pengamat yang melihatnya.

Bingung kan? Tapi tenang, Sob. Bukankah memahami suatu yang rumit adalah sebuah tantangan? Bukankah menyelesaikan sebuah tantangan adalah hal yang menyenangkan. Nah, dalam tulisan kali ini mari kita berkenalan dengan teori relativitas. Yang masih belum suka dengan Fisika jangan kabur dulu. Kita kenalannya dengan cara yang beda kok. Lanjutkan bacanya ya! 

Jadi relatifitas itu hadir ketika kita melihat satu objek dengan dua tempat yang bebeda. Pertama, dari tempat yang sama dengan kondisi benda yang diamati (bisa sama-sama diam atau bergerak dengan kecepatan yang sama). Dan yang kedua, tempat yang kondisinya berbeda dengan benda yang diamati (bisa benda diam sedangkan pengamat yang bergerak atau sebaliknya). Jika kita memperhitungkan kedua tempat tersebut, maka akan ditemukan perbedaan dalam pengukuran panjang, waktu, massa, energi dan momentum.

Tapi kenapa sih menggunakan kecepatan cahaya? Mungkin di antara Sahabat ada yang bertanya begitu, saya akan coba jabarkan. Dalam buku dan sumber ajar lain, materi relativitas selalu dihubungkan dengan kecepatan cahaya sebenarnya memiliki beberapa tujuan. Pertama, untuk menjelaskan tidak ada benda yang akan memiliki 1 c (satu kecepatan cahaya atau 299.792.458 meter per detik). Karena jika memiliki kecepatan sedemikian besar, bukan lagi kita menyembutnya benda tapi gelombang. Kedua, agar perbedaan tingkat kerelatifannya terlihat signifikan.

Bicara tentang relativitas, saya pernah menemui sebuah syair menarik dari blog guru fisika milik Pak Rudi Hilkya. Sila sahabat simak:

Kemunculan dirimu membuat kontroversi
Begitu banyak orang berbicara tentangmu
Berusaha untuk membuktikan lakumu
Hingga Einstein menguak tabirmu
Dirimu yang umum dan dirimu yang khusus
Kau yang relatif dan merupakan perambatan cahaya
Hingga menyebabkan ketergantungan ruang dan waktu

Teori relativitas memang dekat dengan tokoh fisika bernama Einstein. Berkat teori inilah beliau pernah meraih penghargaan tertinggi di dunia sains yaitu Nobel Prize. Beliau juga pernah berujar sebuah kalimat yang dibahas apik dalam novel berjudul “5 cm” karya Bang Donny Dhirgantoro . “Satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian” (Albert Einstein). Meski versi layar lebarnya sukses besar, namun sayangnya bagian ini tidak diikutsertakan. Kecewa betul saya.

Dalam tulisan ini saya kutipkan bagian dari novel 5 cm yang membahas teori relativitas dan Einstein. Diceritakan saat itu kelima tokoh utama sedang mendaki Mahameru dan sudah mencapai Ranu Kumbolo. Sembari menikmati keindahan alam ciptaan Allah, terjadilah dialog sebagai berikut.

5+sahabat

Einstein dengan teori relativitasnya bisa membuktikan bahwa massa atau benda-benda adalah sesuatu yang relatif.

“Sekarang gue kayaknya kalo ngelihat sesuatu nggak mau langsung bilang bener atau salah. Harus dilihat sudut pandang mana ngelihatnya.”

“Betul juga sih.”

“Nggak juga sih.”

“Tapi nggak juga deh. Pernyataan itu ada benernya, ada salahnya juga sewaktu-waktu. Belum pasti bener, belum pasti salah juga. Relatiflah.”

“Tapi tadi lo bilang pernyataan itu bisa bener juga sewaktu-waktu. Berarti ada dimensi waktu yang bisa menimbulkan ketidakpastian tadi.”

“Waktu…”

“Iya, relativitas itu sesuatu menjadi relatif karena ada dimensi waktu…”

“Berarti seluruh relativitas Einstein bisa dikalahkan oleh waktu?”

“Bukan dikalahkan.”

“Teori relativitas itu terjadi karena ada waktu. Mungkin kalimatnya bisa dilanjutin jadi satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian dan ketidakpastian itu adalah sifat utama dari sebuah waktu.”

“Kalau waktu berhenti?”

“Bukan berhenti kali yee…!”

“Kalau waktu nggak ada?”

“Kayaknya nggak ada relatif, semuanya jadi pasti.”

“Lo pasti mati tanggal segini, rezeki lo tuh segini, jodoh lo tuh si ini.”

“Berarti kita nggak punya pilihan, nggak punya kebebasan memilih.”

“Bukan nggak punya kebebasan memilih.”

“Lo bahkan nggak akan pernah punya kebebasan sama sekali.”

“Dan manusia nggak akan pernah punya yang namanya iman, cita-cita, keinginan, keyakinan dan mimpi.”

“Karena semuanya udah pasti.”

“Lo nggak akan punya mimpi karena semuanya udah pasti.”

“Apa jadinya….?”

“Seonggok daging yang punya nama, bisa jalan-jalan dan berbicara, bukan sebuah kehidupan.”

“Demi waktu…”

“Tapi gue yakin, pasti ada sesuatu yang pasti… yang nggak bisa ditawar, yang bahkan Albert Einstein nggak bisa jelasin.”

Semua anak manusia itu melihat ke langit biru. Tersenyum satu sama lain.

“Iya, YANG DI ATAS SANA ITU SATU YANG PASTI.”

Angin yang membelai wajah mereka lembut menemani hati mereka yang berdoa mengucap syukur.

“Manusia yang nggak percaya sama Tuhan sama saja dengan manusia yang nggak punya mimpi. Cuma seonggok daging yang punya nama.”

Bagaimana, menarik bukan? Ini baru satu materi dari Fisika lho. Masih banyak yang keren dari Fisika. Jadi mau belajar Fisika lagi dong yaa! Hehehe 😉

 Sumber gambar: google.com dan npr.org

Iklan

2 thoughts on “Relativitas, Einstein dan 5 cm

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s