Fasilitas Versus Produktifitas

lelah

Yip, masih sering nulis? Mas guru blog-nya kok gak update lagi? Komik terbarunya mana Masbro? Sibuk apa aja sih kok jadi jarang muncul?

Sederet pertanyaan sejenis makin terdengar saja akhir-akhir ini. Padahal untuk sekelas saya yang jauh dari sebutan “penulis” merasa wajar-wajar saja untuk lama tidak menulis. Bilangan bulan sudah banyak terlewati tanpa ada aktivitas ini. Sekali lagi, saya awalnya merasa biasa-biasa saja.

Menjelang akhir studi di kuliah dulu memang menyisakan banyak waktu. Revisi skripsi memang masih, tapi tentu tidak menghabiskan waktu seharian. Jeda pagi sampai mengajar di bimbel pada sore harinya,  ternyata bisa dimanfaatkan untuk menulis sebisanya. Walau dengan perangkat desktop jaman baheula dan koneksi modem CDMA yang terkenal leletnya. Semuanya terasa nikmat-nikmat saja. Sampai beragam kejutan pun sempat saya rasakan dari aktivitas ini. Alhamdulillah.

Tapi, itu dulu. Saat masih mengetik dengan keyboard yang sebagian tuts tidak berfungsi. Lantas mencari-cari huruf dan angka yang tidak bisa terketik di menu symbol. Saat kesabaran sering teruji koneksi yang terputus lantaran komponen modem menjadi sangat panas. Meniup-niup permukaan modem agar cepat dingin jadi jurus terakhir bisa terkoneksi kembali ke internet. Sekali lagi itu dulu.

Tulisan kali ini adalah hasil ketikan di atas tuts lembut komputer jinjing berspesifikasi bagus. Benda fasilititas kantor yang bisa dipinjam setiap hari ini teramat sangat lancar jaya jika sekedar untuk untuk beraksi di Ms Word atau CorelDRAW. Koneksi internet? Jangan tanyakan kecepatannya. Full speed dengan akses bebas 24 jam tersedia dalam LAN dan WiFi di tempat kerja. Ada juga wifi portable dari smartphone yang bisa sewaktu-waktu dipergunakan apabila membutuhkannya. Kegiatan download-upload bukan kendala besar, apalagi sekedar mem-posting tulisan di blog.

Astagfirullah, teringat nasehat seorang Gurunda Dwi Budiyanto kala masih di kampus dulu. “Jangan pernah berandai, ketika punya komputer PC akan lebih produktif dibandingkan ketika masih menggunakan loose leaf. Juga akan lebih produktif menggunakan laptop bahkan tablet dibandingkan komputer PC. Karena produktif tidaknya karyamu adalah dari seberapa besar kesungguhanmu. Fasilitas tak menjamin produktifitas.”

Sahabat, menulis memang terlihat mudah apabila ditunjang sederet fasilitas. Tapi apa daya jika tak didukung semangat totalitas. Sahabat, mohon doanya untuk saya yang sering alpha. Semoga masih dan terus istiqomah. Sampai jumpa di postingan berikutnya. Insyaallah~

#aytktm

Iklan

4 thoughts on “Fasilitas Versus Produktifitas

  1. m anriyan

    ya, sepakat….
    fasilitas tidak selamanya sepadan dengan produktivitas…
    seperti saya juga sekarang ada 3 bahan postingan yg ngantri untuk diupload… tapi.. tak terposting juga… terutama kemalasan saat harus merangkai kata2nya..

    Balas

Selesai membaca, silahkan tulis komentar sahabat di bawah ini ↓

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s