Arsip Kategori: Kampus Penuh Berkah

Semar Gugat, Rona Baru dari Panggung Teater Jogja

semar gugat1

Malam tanggal 29 Desember lalu digelar pementasan teater akbar yang bertajuk Semar Gugat di Taman Budaya Yogyakarta. Pementasan ini merupakan hasil kerja dari Komunitas Studi Budaya (KSB) yang bekerjasama dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Yogyakarta, Komisi D DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah kursi penonton di gedung pementasan terlihat hampir semuanya terisi, hal ini menandakan antusias positif masyarakat  untuk melihat pementasan ini.

Pementasan bermula dari cerita kekacauan yang melanda negeri Amarta. Bencana silih berganti melanda negeri hingga menelan banyak korban jiwa. Namun, pada saat itu justru Arjuna sebagai khalifah (pemimpin) asik berfoya-foya dan tidak memikirkan nasib rakyat. Semua ini karena ulah Ratu Durga yang menyamar menjadi Srikandi selaku ibu negara. Sebagai sesepuh di negeri Amarta, Semar merasa tidak bisa tinggal diam. Dia harus menggugat! Lantas terjadilah perjuangan Semar beserta ketiga anaknya Bagong, Petruk dan Gareng untuk mengembalikan ketentraman negeri. Cerita berakhir ketika Durga berhasil dikalahkan dan Yudistira kembali mengambil alih kepemimpinan.  Baca lebih lanjut

[CeritaWisuda] Kejutan Selama Wisuda

pak yos

Sebenarnya saya ingin melanjutkan [CeritaWisuda] dalam beberapa postingan lagi. Tapi memang tujuan dari blog ini bukan hanya sekedar memindahkan diary dan album foto. Maka dari itu, inilah postingan terakhir yang bisa saya bagikan selama menjalani prosesi wisuda. Enjoy, Sob!

Hari wisuda sepertinya menjadi saat dimana kita benar-benar dipenuhi dengan kebahagiaan dan keceriaan. Saat itulah rasanya terbayarkan “penderitaan” selama menjadi mahasiswa. Utamanya bagi mahasiswa yang senasib, yakni berat dalam menjalani tugas akhir atau skripsi. Menjalani wisuda adalah momen-momen yang indah.

Ketika wisuda kemarin, kebahagiaan terasa ketika bisa bertemu dan mengabadikan momen bersama orang-orang spesial. Satu yang khusus dari yang spesial bagi saya saat itu adalah bisa berfoto dengan dosen pembimbing skripsi, Doktor Yos Sumardi. Dosen yang biasa dipanggi Pak Yos memang sudah satu tahun ini menjadi “teman akrab” dalam hari-hari saya saat menjalani skripsi. Hampir setiap hari sepertinya saya berkirim pesan singkat. Meskipun di lain waktu ada saat-saat dimana saya “menghilang” dari jadwal konsultasi beliau. Hehe.

“Terimakasih… Terimakasih… Terimakasih… Pak Yos”, kalimat yang saya ucapkan ketika bersalaman dengan beliau. Sementara itu, jawaban yang disampaikannya cukup membuat saya terkejut,

“Selamat ya, Mas. Saya juga terimakasih. Bukunya sudah saya baca. Bagus sekali.”

“….”

Satu hal lagi yang menjadi kejutan selama wisuda kemarin. Kali ini berasal dari ulah keluarga saya sendiri. Kejadiannya ketika kami hendak berangkat dari tempat transit menuju GOR UNY yang dijadikan lokasi wisuda. Lirak-lirik kakak, adik dan teman yang ikut dalam rombongan tidak saya curigai tentang apa yang mereka persiapkan. Dan ketika itu… JRENGG!! JREENGG!!  Baca lebih lanjut

Menjaga Motivasi Diri Masuk Perguruan Tinggi

Pasca ujian nasional tingkat SMA adalah waktu paling riskan bagi para pesertanya. Pasalnya, setelah itu sebagian dari mereka diberi keleluasaan memilih program studi yang akan dijalani. Keleluasaan ini justru menimbulkan kegalauan karena sebagian dari mereka masih bingung, jurusan apa yang harus mereka ambil.

Setelah mantap menentukan kampus dan jurusan mana yang akan dipilih, seringkali calon mahasiswa akan mengalami kegalauan berikutnya. Setiap perguruan tinggi tentu akan mengadakan proses seleksi untuk menyaring mahasiswa barunya. Tak tanggung-tanggung rasio antara jumlah kursi yang tersedia dengan pendaftar sangat jauh berbeda. Misalnya suatu jurusan hanya menerima 400 mahasiswa baru, tapi jumlah pendaftarnya bisa meledak mencapai angka 10.000. Jadi akan ada 9600 calon mahasiswa yang akan tersisih.

Baca lebih lanjut

Menyiapkan Diri Masuk Perguruan Tinggi

Usainya ujian nasional tingkat SMA bukan berarti berakhir juga kecemasan bagi para pesertanya. Setelah ujian nasional sebagian siswa akan fokus memikirkan kemana ia akan melanjutkan studi. Bukan hanya kampus ia belajar, namun jurusan apa yang akan dipilih. Karena jurusan di perguruan tinggi akan menghantarkan ia ke suatu profesi tertentu di dunia kerja. Inilah satu fase ketika seorang siswa akan diminta untuk menentukan akan menjadi apa ia di masa yang akan datang.

Bagi siswa yang belum begitu matang untuk menentukan jurusan di kuliahnya nanti, pasti akan menyebabkan ia resah. Aktivitas konseling oleh guru memang harus sering dilakukan, tapi ini bersifat arahan bukan tuntutan yang harus dijalankan. Begitu pula dengan peran orang tua, sebaiknya tidak memberikan keharusan anaknya masuk kampus dan jurusan tertentu. Berikan kebebasan anak untuk menentukan masa depannya sesuai bakat dan minat yang ia miliki. Kemudian arahkan agar pilihannya benar-benar tepat.

Baca lebih lanjut