Arsip Tag: rihlah

Avicennia Si Bakau

image

Di tengah kegiatan kemarin. Alhamdulillah sempat akrab bercengkrama dengan salah satu jenis tanaman bakau, yaitu Avicennia sp. Makhluk ciptaan Allah ini memiliki kemampuan beradaptasi menumbuhkan akar yang muncul vertikal dari permukaan air yang disebut akar napas (pneumatophore). Baca lebih lanjut

Iklan

Pesona Wisata Edukatif Sanggar Pencari Ilmu

Sanggaruli Park atau Taman Sanggaruli merupakan salah satu objek wisata yang terdapat di Kabupaten Purbalingga. Objek wisata ini tepatnya terletak di daerah sejuk bernama Kecamatan Kutasari. Kata Sanggaruli sendiri berasal dari singkatan Sanggar Luru Ilmu atau Sanggar Mencari Ilmu. Dalam bahasa jawa, luru artinya mencari. Seperti namanya, objek wisata ini selain berfungsi sebagai tempat rekreasi menghilangkan penat, tetapi juga dapat dijadikan sarana edukasi bagi keluarga maupun sekolah. Di dalam Sanggaruli terdapat berbagai macam tempat yang patut Sahabat kunjungi, diantaranya: museum reptil, museum serangga, museum uang, rumah prestasi, sanggar IPTEK, museum wayang dan artefak, taman burung, taman bermain, wahana anak-anak dan sebagainya.

Beberapa waktu yang lalu kami berkesampatan singgah di Purbalingga. Selain saya, rombongan yang memiliki tujuan awal menghadiri undangan walimahan adalah teman-teman satu kampus. Kesempatan berada di Purbalingga tidak kami sia-siakan untuk menelusuri tiap sudut kota. Tidak terkecuali Sanggaruli Park yang kabarnya adalah objek wisata dibawah naungan manajemen Perusahaan Daerah Owabong.

Untuk memasuki komplek wisata setiap orang akan dikenai tiket sepuluh ribu rupiah. Jumlah ini saya rasa akan sebanding untuk pengalaman yang akan temui di sana. Jalur wisata dari satu lokasi ke lokasi lain di Sanggaruli sudah tertata apik. Jadi, setiap pengunjung akan merasakan pengalaman yang mengesankan di setiap lokasinyanya. Berikut sedikit ulasan sekaligus dokumentasi yang berhasil kami abadikan ketika mengunjungi tempat-tempat yang terdapat di Sanggaluri Park.

Baca lebih lanjut

Belajar di Pantai Wediombo

Liburan kali ini kami berkesempatan untuk mengunjungi Pantai Wediombo. Pantai ini terletak kurang lebih 25km ke arah selatan kota Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai Wediombo berada di jajaran pantai pasir putih yang menghadap ke Samudra Indonesia. Untuk namanya sendiri Pantai Wediombo berasal dari bahasa jawa yang berarti pasir yang luas (wedi : pasir dan ombo : luas).

Liburan bareng teman-teman tentor bimbel kali ini memang sedikit berbeda. Karena di antara kami, ada Mas Agung si Pak Dosen yang mengajar Biologi. Dan melihat Pantai Wediombo dalam keadaan surut adalah kesempatan berharga baginya untuk melihat vegetasi dasar laut. Tidak mau kehilangan momen ini, saya pun turut membersamainya melakukan observasi dadakan dan meminta dijelaskan ini-itu. Meski saat sekolah dulu merasa jago Biologi, tapi mendengar penjelasan dari Pak Dosen tentang hewan dan tumbuhan laut membuat saya sering terperanga. “Oooo…” Begitu bunyi yang sering dari mulut saya. Hehe 🙂

Nah, Sobat. Di postingan ini saya bagikan sedikit dokumentasi tentang apa yang saya temui di sekitar karang Pantai Wediombo. Karena hanya menggunakan kamera ponsel 2MP, jadi mohon maaf kalau gambarnya sedikit tidak jelas. Selamat menyimak!  Baca lebih lanjut

Satu Wisata, Tiga Cerita

Dieng, Dataran Seribu Masjid

Alhamdulillah, liburan kemarin saya bersama teman-teman berkesempatan untuk rihlah ke Dieng. Sebenarnya agenda jalan-jalan kali ini tidak begitu direncanakan. Ketika itu kami memenuhi undangan walimahan di Wonosobo. Setelah acara selesai sayang sekali jika kami langsung balik ke Jogja. Alhasil, kami meneruskan perjalanan ke arah utara menuju Dieng.

Bagi yang pertama kali ke Dieng seperti kami tidak perlu takut tidak tahu arah. Saat melewati tempat penarikan retribusi, kita akan di beri peta kawasan wisata di Dieng. Dari peta tersebut diinformasikan bahwa di kawasan ini terdapat beberapa lokasi wisata alam, seperti: Telaga Tiga Warna, Telaga Pangilon, Komplek Candi Arjuna, Kawah Sikidang, Kawah Sileri, Dieng Volcano Theatre, Museum Dieng, dan lainnya.

Dalam perjalanan menuju kawasan wisata Dieng akan disuguhkan panorama perbukitan. Udara sejuk, pemandangan hijau, awan dan kabut yang mengelayut adalah secuil keindahan yang Allah hadirkan di Bumi. Tapi ada hal lain yang menjadi perbicangan panjang selama kami di dalam mobil. Ketika kami memandang perkampungan penduduk dari jalan raya yang terletak perbukitan, kami menemukan masjid dalam hitungan yang luar biasa banyaknya. Tiga, empat bahkan sampai enam.  Baca lebih lanjut

Menikmati Museum Gula

Libur sekolah akan segera tiba, bagi siswa dan rekan-rekan pengajar inilah waktu yang paling ditunggu-tunggu. Setelah berkutat dengan buku pelajaran, sekaranglah saatnya liburan. Nah, apakah sahabat sudah punya rencana berlibur kali ini? Kalau belum, simaklah tulisan ini untuk menjadikan referensi sahabat menghabiskan momen berharga bersama teman atau keluarga.

Rekomendasi tempat wisata yang akan saya bagi kali ini adalah sebuah Museum Gula yang terletak di Klaten, Jawa Tengah. Terletak 20 menit di timur Candi Prambanan, tepatnya di kawasan Gondang Winangun. Museum ini menampilkan koleksi sejarah tentang berkembangan industri gula sejak jaman kolonial Belanda. Cocok dijadikan tempat wisata penambah wawasan sejarah. Tertarik untuk berkunjung?

(Klik  gambar untuk melihat lebih detail). 

Dieng, Sensasi Wisata Tiga Indera

Agenda liburan ke Dieng kemarin akhirnya membawa kami ke tempat yang luar biasa. Melihat sebuah kawah dalam jarak yang sangat dekat. Satu kawah terbesar di daerah Dieng ini adalah Kawah Sikidang. Konon namanya diambil dari kata kidang atau kijang, satu binatang yang memiliki karakteristik suka melompat lompat. Nah, sifat yang suka melompat inilah yang dianggap seperti halnya uap air dan lava berwarna kelabu yang terdapat di Kawah Sikidang. Selalu bergolak dan munculnya berpindah-pindah bahkan melompat seperti seekor kidang atau kijang.

Berada dalam jarak yang begitu dekat dengan kawah, sudah berarti kami harus rela menghirup belarang dalam konsetrasi tinggi. Aroma menyengat ini sedikit mengusik indera penciuman, apalagi ketika arah angin mengarahkan asap kawah ke arah kita. Tidak hanya indera penciuman, indera peraba dan penglihatan pun mendapatkan sensasi ketika berada di sekitar Kawah Sikedang. Udara dingin yang menusuk sepanjang pori-pori  dan tentu saja panorama luar biasa memanjakan pandangan. Kami menyimpulkan, inilah sensasi wisata dengan tiga indera.

Baca lebih lanjut

Dieng, Negeri Di Balik Kabut

Dataran tinggi Dieng memang sudah dikenal sebagai kawasan yang memiliki suhu udara yang cukup dingin. Pada siang hari suhunya bisa mencapai 15 derajat celicius. Oleh karena itu, wajar jika uap air di sekitar permukaan tanahnya seringkali berkondensasi membentuk kabut. Nah sahabat, pada liburan kemarin kami ke Dieng, cuaca di sana sering kali gerimis sehingga suhu udaranya diperkirakan anjlok di bawah 15 derajat. Alhasil, asap dari uap air lebih sering terbentuk dan kamipun mendapatkan pemandangan Dieng bak negeri di balik kabut.

Satu tempat yang sayang untuk dilewatkan ketika berada di Dieng adalah kawasan komplek Candi Arjuna. Komplek ini adalah satu dari sekian banyak komplek candi di Dieng dan memiliki delapan bangunan candi yang masih berdiri. Terletak di tanah lapang, membuat kawasan ini sangat indah. Sebab, pengelola menghiasi sekitar candi dengan beragam jenis tanaman dan tumbuhan berbunga. Belum lagi ketika kabut mulai turun, komplek candi ini lebih terkesan sangat eksotis. Subahanallah.

Baca lebih lanjut