Arsip Tag: science

Avicennia Si Bakau

image

Di tengah kegiatan kemarin. Alhamdulillah sempat akrab bercengkrama dengan salah satu jenis tanaman bakau, yaitu Avicennia sp. Makhluk ciptaan Allah ini memiliki kemampuan beradaptasi menumbuhkan akar yang muncul vertikal dari permukaan air yang disebut akar napas (pneumatophore). Baca lebih lanjut

Iklan

Seleksi Calon Juara

image

image

Alhamdulillah sekolah kami telah melakukan seleksi untuk Tim Study Club rumpun sains. Insyaallah anggota tim ini yang akan menjadi kontingen sekolah kami untuk mengikuti lomba. Jadi, postingan ini masih bersambung dan akan dilanjutkan dengan kisah perjalanan kami untuk mengukir sejarah. Mohon doa dan dukungan sahabat semua. Bismillah..

Sains dan Desain Grafis

image

Mengajar sains dan mendesain grafis bukan untuk dijadikan pilihan. Karena keduanya memiliki keindahan dan keasyikan.

Note: Saat anak2 mengerjakan soal latihan, saya hanya membuka file desain Mas Guru yg sudah dibuat sebelumnya. Saya pahami, multitasking tak selamanya baik.

Latihan Bersikap Ilmiah

image

Ini bukanlah sesi praktikum dengan laboratorium yang megah. Bukan pula percobaan dengan hasil yang membuat terpana. Ini hanya pengujian bahan-bahan di sekitar rumah dengan indikator asam basa. Belajar untuk pemenuhan motorik, tak kalah penting melatih sikap ilmiah. Berhati-hati dengan tanggung jawab tentang apa yang dikerjakan. Membuat analisa dalam laporannya yang sederhana. Bismillah ini hanya permulaan melatih mereka dalam berkarya.

Teriring rasa terimakasih kepada seorang guru yang mendonasikan kertas indikator pH universal. Melalui postingan ini sekaligus laporan atas titipan yang alhamdulillah sangat bermanfaat untuk pembelajaran. Mohon tidak kapok jika saya wejangannya lagi.

Science Adventure Comic untuk Belajar Sains Makin Asyik

Sains Kenapa Ditakuti?

 Sudah dikenal umum bahwa sains atau ilmu pengetahuan alam merupakan salah satu bidang ilmu yang tergolong “keras” atau tidak mudah dipahami. Sains dianggap sebagai mata pelajaran dengan kumpulan rumus-rumus, yang menjerumuskan siswa dengan hafalan yang memusingkan kepala. Anggapan miring tersebut, didukung oleh fakta bahwa banyak dari siswa memiliki nilai sains yang lebih rendah dibandingkan mata pelajaran lain. Hal ini sungguh memprihatinkan. Padahal sains merupakan ilmu dasar yang harus dikuasai terlebih dahulu dalam rangka kemandirian teknologi suatu bangsa.

Jika ditinjau dari sisi pengajar atau guru sains, maka kondisi siswa yang tidak menyenangi sains salah satunya karena kejenuhan siswa dalam proses pengajaran. Seharusnya gejala yang dipelajari di dalamnya betul-betul menyentuh dunia siswa, bukan semata-mata berupa simbol-simbol di atas kertas yang harus dipelajari. Cara penyampaiannya pun harus disesuaikan dengan tingkat penalaran yang dimiliki oleh peserta didik yang menerimanya.

Siswa sekolah dasar yang daya analisanya belum berkembang, tidak boleh dijejali dengan konsep-konsep abstrak berupa hukum-hukum, rumus, dan sejenisnya. Minat yang timbul dari keheranan, rasa ingin tahu dan kekaguman, menjadi modal yang amat besar bagi siswa untuk mempelajari dan memperdalamnya di kemudian hari.

Baca lebih lanjut