Arsip Tag: siswa

Kado untuk Siswa

image

Telah tertunaikan sudah episode perdana mengapresiasi mereka. Satu untuk dia dgn nilai Ulangan Harian terbaik. Satu lagi untuk yang memiliki usaha terbaik. Usaha untuk bangkit hingga bebas dari remidial.
Memang tak seberapa harga barang dalam bungkusan ini. Karena ternyata kantong kami para guru perlu penyesuaian. Hehehe..
#PostinganIniDiakhiriDenganCurhat
#Gubbrakkkk
#JanganSeriusAmatAhh

Insyaallah akan ada episode berikutnya. Semoga Allah mencukupkan usaha dan rezeki kami

Iklan

Mengabarkan Siswa

Mengevaluasi dan mengapresiasi hasil belajar siswa adalah kita.
Jangan lelah para pengajar, karena kelelahan kita tak sebanding dengan kesuksesan mereka. πŸ™‚

Ketika Siswa Marah Kepada Gurunya (I)

Mungkin ada sahabat yang heran dengan tulisan ini. Apa tidak terbalik? Biasanya kan guru yang marah kepada muridnya? Tidak sahabat, judul tulisan ini benar begitu. Manusia itu tempatnya salah dan khilaf. Guru juga manusia. Guru juga bisa salah dan khilaf. Maka, wajar kiranya suatu waktu murid yang biasa ada di hadapannya menemukan retak itu, lantas menunjukan rasa kecewa dan β€œmarah”.

Sahabat, latar belakang tulisan ini berasal dari pengalaman saya mengajar privat beberapa waktu yang lalu. Oh iya bagi yang belum tahu, selain mengajar kelas di satu bimbingan belajar, saya pun biasa mengajar siswa secara per orangan atau privat. Menurut saya cara ini cukup dibutuhkan bagi siswa yang menginginkan belajar dengan cara lebih personal dan intens. Nah, pada umumnya privat, saya mendatangi rumah siswa dan melakukan belajar bersama di sana.Β  Baca lebih lanjut

Seri Bullying: Mamat dan Teman Kelasnya

Pada liburan sekolah kali ini, bimbingan belajar tempat saya mengajar mengadakan agenda Program Liburan. Sebuah agenda dimana kami para tentor diminta untuk memberikan pelajaran bagi siswa kelas IX SMP. Sungguh bersemangatnya para siswa itu. Di saat kawan-kawan sebaya asyik liburan. Mereka harus merelakan masa liburnya untuk terus belajar. Bukan dengan guru yang biasanya lagi.

Ditengah menyaksikan wajah ceria para siswa, saya temukan satu wajah yang berbeda dengan yang lain. Semenjak sesi perkenalan, wajahnya sering tertunduk dan tersenyum kaku. Oh mungkin karena sifatnya, simpulanku saat itu. Saya pun melanjutkan pembelajaran seperti biasa, hingga sampai pada kalimat.

β€œKalian sudah terbiasa mengukur dengan penggaris, kan? Ayo yang belum bisa ngaku saja?”

Satu orang siswa langsung berkata, β€œNgaku aja, Mat. Mamat belum bisa loh Mas!”

Yang ditunjuk bernama Mamat adalah si senyum kaku yang makin salah tingkah.

Hahahaha… Sekelas kompak tertawa. Baca lebih lanjut